Berita Terkini

KPU Sumba Barat Perkuat Kualitas Informasi Pemilu Lewat Forum Kopi Parmas Part 5

Waikabubak, kab-sumbabarat.kpu.go.id - Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat turut ambil bagian dalam kegiatan strategis Kopi Parmas (Kita Omong Pemilu, Demokrasi & Partisipasi Masyarakat) Part 5 yang digelar secara daring. Edisi kali ini fokus membedah tema "Peran Bakohumas dalam Menjaga Kualitas Informasi Pemilu," sebagai upaya membentengi publik dari arus disinformasi.

Forum rutin ini menjadi wadah krusial bagi jajaran KPU di seluruh Nusa Tenggara Timur untuk menyelaraskan strategi komunikasi publik, terutama dalam menghadapi tahapan-tahapan pemilu yang menuntut transparansi tinggi.

Sinergi Antar Satker KPU NTT

Kegiatan ini menghadirkan perspektif mendalam dari dua narasumber berkompeten yang mewakili satuan kerja (Satker) berbeda di NTT:

  1. Ibu Paulina Y.B. Tokan, SE (Anggota KPU Kab. Lembata Divisi Sosdiklih, Parmas & SDM).

  2. Bapak Imanuel Mau Dollu, S.Si (Anggota KPU Kab. Alor Divisi Teknis Penyelenggaraan).

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif di bawah panduan moderator, Bapak Yohanes S.P. Killok, yang merupakan Kasubag Hukum & SDM KPU Kabupaten Sumba Barat.

Bakohumas sebagai Garda Terdepan

Poin utama dalam diskusi ini menekankan pentingnya peran Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di internal KPU. Bakohumas diharapkan tidak hanya sekadar menyampaikan data, tetapi juga menjadi penyaring informasi yang akurat dan edukatif bagi masyarakat di tengah derasnya arus informasi di era digital.

Strategi Kreatif Menghadapi Disinformasi

Melalui partisipasi aktif dalam Kopi Parmas Part 5, KPU Kabupaten Sumba Barat menargetkan implementasi strategi komunikasi yang lebih kreatif dan adaptif. Hal ini dianggap penting untuk menjawab tantangan disinformasi atau berita bohong yang sering kali muncul dalam dinamika politik.

Dengan penguatan kapasitas ini, KPU Sumba Barat optimis dapat memberikan pelayanan informasi yang lebih prima, inklusif, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Sumba Barat.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 50 kali