Waikabubak, kab-sumbabarat.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumba Barat terus berupaya meningkatkan partisipasi dan pemahaman politik generasi muda melalui kegiatan bertajuk “KPU Mengajar” dengan tema sentral “Suara Muda Penentu Arah Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor KPU Sumba Barat dan menyasar pemilih pemula, khususnya anggota Pramuka Gugus Depan Madrasah Aliyah Negeri Sumba Barat. Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat, Teguh Rahardjo, hadir langsung sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran krusial dalam menentukan arah demokrasi dan kualitas kepemimpinan di masa depan. “Kalian adalah pemilik masa depan bangsa ini. Melalui ‘KPU Mengajar’, kami ingin memastikan bahwa adik-adik Pramuka dari MAN Sumba Barat tidak hanya sekadar ikut memilih, tetapi menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Teguh di hadapan para peserta. Dalam kegiatan tersebut, Teguh Rahardjo memaparkan sejumlah poin penting, di antaranya: Pentingnya Hak Pilih Satu suara memiliki dampak signifikan terhadap arah pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Partisipasi aktif generasi muda dinilai dapat menentukan lahirnya pemimpin yang berintegritas. Mengenali Hoaks Para siswa dibekali pemahaman mengenai cara membedakan informasi resmi kepemiluan dengan berita bohong yang kerap beredar di media sosial. Literasi digital menjadi salah satu fokus utama agar pemilih pemula tidak mudah terpengaruh disinformasi. Tahapan Pemilu Teguh juga memberikan gambaran teknis mengenai proses pemungutan dan penghitungan suara, sehingga para siswa tidak merasa bingung saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Para anggota Pramuka MAN Sumba Barat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Suasana interaktif tercipta saat sesi tanya jawab, di mana para siswa mulai mempertanyakan peran nyata mereka dalam mengawal jalannya demokrasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Diskusi berkembang tidak hanya seputar prosedur pemilu, tetapi juga mengenai pentingnya sikap kritis terhadap janji politik serta etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik